DPRD NTT Hidup di Rumah Sewaan Rp 23 Juta Sebulan, Rakyat Makan Nasi Garam

Tojeng

Selasa, 9 September 2025 - 21:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KP-GRD, Jimi Saputra

Ketua KP-GRD, Jimi Saputra

Gedor.id– Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) melayangkan ultimatum keras kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Selasa (9/9/2025)

Mereka diminta segera mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 22 Tahun 2025 yang mengatur tunjangan perumahan dan transportasi bagi pimpinan serta anggota DPRD NTT.

Ketua KP-GRD, Jimi Saputra, menilai kebijakan itu sebagai bentuk ketidakadilan dan pengkhianatan terhadap rakyat.

Pasalnya, di tengah angka kemiskinan NTT yang masih 18,6 persen atau sekitar 1,1 juta jiwa, justru DPRD mendapat tambahan fasilitas mewah dengan anggaran jumbo.

“Rakyat dipaksa menerima pemangkasan subsidi bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan, sementara DPRD malah berpesta tunjangan. Ini kebijakan yang memalukan,” tegas Jimi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/9/2025).

GRD menyebut, dalam Pergub tersebut, DPRD NTT diguyur tunjangan rumah sebesar Rp 23,6 juta per bulan per anggota.

Dengan 65 anggota, anggaran sewa rumah menembus Rp 1,534 miliar per bulan.

Tak hanya itu, fasilitas mobil dinas juga menguras APBD. Ketua DPRD menerima Rp 31,8 juta per bulan, tiga wakil ketua masing-masing Rp 30,6 juta, dan anggota Rp 29,5 juta. Totalnya, dalam sebulan biaya sewa mobil mencapai Rp 1,923 miliar.

Jika digabung, tunjangan rumah dan mobil DPRD NTT membengkak hingga Rp 3,457 miliar per bulan atau Rp 41,4 miliar per tahun.

“Besaran tunjangan ini sangat fantastis dan tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kondisi rakyat NTT yang masih bergulat dengan kemiskinan,” ujar Jimi.

GRD mendesak agar Pergub itu segera dicabut, dan anggaran dialihkan untuk program pengentasan kemiskinan.

“Kalau Gubernur Melki Laka Lena dan Johni Asadoma tetap ngotot mempertahankan aturan ini, lebih baik mereka mundur dari jabatannya,” tandas Jimi.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA