KPK Telusuri Dugaan Aset Tersembunyi Ridwan Kamil dalam Kasus Korupsi Iklan Bank bjb

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

Gedor.id- Langkah penyidikan kasus dugaan korupsi dana promosi Bank bjb terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memperluas penelusuran dengan mengkaji dugaan kepemilikan aset milik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

KPK menyebut, aset yang ditelusuri tidak hanya berada di wilayah Jawa Barat, tetapi juga berpotensi tersebar di sejumlah daerah lain, bahkan hingga luar negeri.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyidik saat ini tengah memetakan aktivitas serta kepemilikan harta yang diduga berkaitan dengan perkara dana nonbudgeter Bank bjb.

Penelusuran tersebut dilakukan baik dalam kapasitas Ridwan Kamil saat menjabat sebagai gubernur maupun dalam kedudukan pribadi.

“Kami mendalami aset-aset yang terindikasi berkaitan dengan perkara ini. Lokasinya tidak terbatas di Jawa Barat, terbuka kemungkinan berada di daerah lain maupun di luar negeri,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

BACA JUGA :  KPK Usut Skandal Kuota Haji Khusus, Menag Yaqut dalam Pusaran Isu

Masuk Tahap Pengembangan

Dalam pengembangan perkara, KPK menyatakan penyidikan telah memasuki klaster kedua. Fokus utama diarahkan pada pendalaman peran serta aliran dana yang diduga terhubung dengan Ridwan Kamil.

Penyidik juga meneliti kemungkinan adanya aset yang dicatat atas nama pihak lain.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, KPK telah menggeledah kediaman Ridwan Kamil di Bandung. Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen, barang bukti elektronik (BBE), satu unit sepeda motor Royal Enfield, serta satu unit mobil Mercedes-Benz.

Penggeledahan tidak berhenti di situ. KPK juga melakukan penggeledahan di 11 lokasi berbeda.

Dari rangkaian tindakan tersebut, penyidik menyita berbagai dokumen, deposito senilai Rp70 miliar, kendaraan roda dua dan roda empat, serta sejumlah aset berupa tanah dan bangunan.

BACA JUGA :  Jalan Rusak dan Tak Transparan, PEKAN 21 Laporkan Dugaan Korupsi KOTAKU

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka pada 13 Maret 2025, masing-masing:

  • Yuddy Renaldi (Direktur Utama Bank bjb)
  • Widi Hartono (Pimpinan Divisi Corsec Bank bjb)
  • Ikin Asikin Dulmanan (pemilik agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri)
  • Suhendrik (pemilik agensi BSC dan Wahana Semesta Bandung Ekspres)
  • Sophan Jaya Kusuma (pemilik agensi Cipta Karya Mandiri Bersama dan Cipta Karya Sukses Bersama)

Kasus ini bermula dari alokasi anggaran promosi Bank bjb pada periode 2021 hingga pertengahan 2023 yang mencapai Rp409 miliar.

Dana tersebut disalurkan melalui enam agensi yang diduga ditunjuk tanpa mengikuti ketentuan pengadaan internal bank.

BACA JUGA :  RS Galesong Diresmikan Sebelum Siap, Laksus: Periksa Eks Bupati Takalar!

Rincian nilai kerja sama dengan sejumlah perusahaan antara lain:

  • PT CKMB: Rp41 miliar
  • PT CKSB: Rp105 miliar
  • PT AM: Rp99 miliar
  • PT CKM: Rp81 miliar
  • PT BSCA: Rp33 miliar
  • PT WSBE: Rp49 miliar

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp100 miliar dinilai sesuai dengan pekerjaan riil. Sementara sisanya diduga mengalami penggelembungan nilai atau markup.

Setelah memperhitungkan pajak, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp222 miliar.

Dana hasil markup tersebut diduga digunakan sebagai dana nonbudgeter berdasarkan kesepakatan para tersangka.

KPK menegaskan, penelusuran aset dan aliran dana masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Penanganan Kasus Jambret Disorot, Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara
DPR Ungkap Dugaan Kejahatan di Balik Banjir Aceh, Kejaksaan Diminta Tak Berhenti di Permukaan
Peringatan Keras Prabowo, Jabatan Bukan Tempat Cari Untung, Siap-Siap Reshuffle!
Program Bergizi Nyatanya ‘Beracun’ 7.368 Anak Keracunan MBG
Industri Tembakau Terpuruk, Menkeu Purbaya Soroti Tingginya Cukai Rokok
Jokowi Ukir Rekor Kelam, Menteri Terseret Korupsi Lampaui Presiden Sebelumnya
Prabowo Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Penjarahan dan Gangguan Ekonomi
Tewasnya Ojol Picu Amarah Nasional, Demonstrasi Berubah Rusuh di Berbagai Daerah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 16:49 WITA

KPK Telusuri Dugaan Aset Tersembunyi Ridwan Kamil dalam Kasus Korupsi Iklan Bank bjb

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:55 WITA

Penanganan Kasus Jambret Disorot, Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:47 WITA

DPR Ungkap Dugaan Kejahatan di Balik Banjir Aceh, Kejaksaan Diminta Tak Berhenti di Permukaan

Minggu, 19 Oktober 2025 - 14:50 WITA

Peringatan Keras Prabowo, Jabatan Bukan Tempat Cari Untung, Siap-Siap Reshuffle!

Sabtu, 27 September 2025 - 19:50 WITA

Program Bergizi Nyatanya ‘Beracun’ 7.368 Anak Keracunan MBG

Berita Terbaru

Mayat yang di temukan di Pesisir Danau Tempe

Peristiwa

Pulau IX Danau Tempe Dikepung Polisi Usai Penemuan Jenazah

Minggu, 8 Feb 2026 - 21:46 WITA

WASHINGTON, DC – 3 Maret 2025: Presiden AS Donald Trump didampingi Menteri Perdagangan Howard Lutnick menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih. Trump mengumumkan rencana investasi TSMC senilai US$100 miliar di Amerika Serikat. (Foto: Andrew Harnik/Getty Images)

Internasional

Video Kontroversial Trump Soal Obama Tuai Protes Keras

Minggu, 8 Feb 2026 - 17:42 WITA