Malik Dibantai, Fakta Dipelintir? Keluarga Desak Polisi Bicara Jujur!

Tojeng

Rabu, 12 November 2025 - 14:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peristiwa Penikaman yang terjadi di Buntusu Tamalanrea

Peristiwa Penikaman yang terjadi di Buntusu Tamalanrea

Gedor.id– Polemik kasus penikaman yang menewaskan seorang sopir penampung material pasir bernama Malik (28), warga Jl. Bangkala Raya, Blok D Perumnas BTP, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, kembali memanas.

Keluarga korban akhirnya angkat bicara dan membantah keras sejumlah pernyataan pihak Polsek Tamalanrea yang beredar di berbagai media.

Mereka menilai ada kekeliruan serius, terutama soal hubungan antara pelaku dan korban, serta lokasi korban meninggal dunia.

Sebelumnya, pihak kepolisian dikabarkan menyebut bahwa pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga serta bahwa korban meninggal di tempat kejadian.

Namun, keluarga menilai pernyataan itu tidak sesuai fakta dan berpotensi menyesatkan publik.

“Korban meninggal di Rumah Sakit Wahidin, bukan di lokasi kejadian seperti yang disebut polisi. Yang membawa korban ke rumah sakit adalah Om-nya sendiri, Dg. Nangga,” tegas salah satu perwakilan keluarga kepada Media ini, Rabu (12/11/2025).

BACA JUGA :  Kasus Penganiayaan Anak di Takalar P21, Terlapor Masih Bebas

Diketahui, Dg. Nangga merupakan kakak kandung ibu korban sekaligus tetangga pelaku dan korban.

Sedangkan pelaku berinisial RB (46), yang juga berprofesi sebagai sopir pasir, disebut hanya memiliki hubungan kekerabatan jauh dan tidak berada dalam garis keturunan langsung.

“Hubungan antara korban dan pelaku bukan keluarga dekat, apalagi sedarah. Itu hanya kekerabatan jauh dari garis nenek buyut, jadi tidak relevan disebut keluarga,” lanjutnya.

Keluarga menilai pernyataan pihak kepolisian yang menekankan adanya hubungan keluarga seolah merupakan upaya memperhalus atau menurunkan kesan serius dari peristiwa penikaman yang berujung maut tersebut.

BACA JUGA :  Di Balik Gudang 88, Tanah Digali, Warga Tersisih, Siapa Bekingnya?

Sebagaimana diketahui, Malik tewas setelah menderita 12 luka tusuk dan sayatan, termasuk di bagian wajah dan area tubuh vital lainnya, pada Senin pagi, 3 November 2025.

Pelaku RB kemudian menyerahkan diri ke Polsek Tamalanrea sehari setelah kejadian, sambil membawa senjata tajam (badik) yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.

Kuasa hukum keluarga, Drs. Budiman S, S.H, menyebut terdapat indikasi kuat unsur pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP, bukan sekadar pembunuhan biasa (Pasal 338 KUHP) sebagaimana yang diduga pihak kepolisian.

BACA JUGA :  Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi

“Ada 12 luka, ada jeda waktu antara pertikaian dan eksekusi, pelaku bahkan tenang menyerahkan diri sambil membawa badik. Semua ini menunjukkan adanya unsur perencanaan. Kami menolak jika kasus ini hanya diseret ke pembunuhan biasa,” tegas Budiman.

Keluarga kini mendesak Polsek Tamalanrea dan Polda Sulsel agar bersikap objektif, transparan, serta meninjau ulang penerapan pasal terhadap pelaku.

“Kami hanya ingin keadilan untuk Malik. Jangan ada narasi menyesatkan di media. Fakta harus dijaga — korban tidak meninggal di tempat dan pelaku bukan keluarga dekat. Jangan sampai penyidikan jadi bias,” pungkasnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo
Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online
Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku
Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan
Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa
Keluarga Geram! Kematian Hj Mini di Rumah Warga Diminta Diusut Transparan dan Tuntas
Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar
Bupati Gowa Jadi Tersangka, Polri Sita Dokumen

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WITA

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA