Enggi Ditemukan Meninggal, Arit di Tangan Kiri Picu Kecurigaan Keluarga

Tojeng

Minggu, 23 November 2025 - 12:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa Hukum Alm. Enggi , Advokat Budi S Simanungkalit S.H, M. H ( baju hitam celana jeans )saat melayat di rumah duka. Dusun Balele, Desa Bayondo Kec. Tomoni Kab. Luwu Timur Sulsel

Kuasa Hukum Alm. Enggi , Advokat Budi S Simanungkalit S.H, M. H ( baju hitam celana jeans )saat melayat di rumah duka. Dusun Balele, Desa Bayondo Kec. Tomoni Kab. Luwu Timur Sulsel

Gedor.id– Enggi (65), warga Dusun Balele, Desa Bayondo, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada 18 November 2024 sekitar pukul 19.30 Wita.

Korban yang merupakan pensiunan PNS BKKBN itu pertama kali dilaporkan hilang setelah tidak berada di rumah pada pagi hari.

Menurut keterangan keluarga, Enggi biasanya pergi ke ladang atau ke sawah setiap hari sehingga kepergiannya pagi itu tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun ketika tak kunjung pulang, anak-anak korban bersama warga mulai melakukan pencarian.

Dalam proses pencarian, ditemukan beberapa barang milik korban, di antaranya sebuah karung, tempat air minum, serta telepon genggam milik korban yang tergantung di batang pohon.

Tidak lama kemudian, seorang teman anak korban melihat pakaian di bawah cahaya senter dan memanggil anak korban.

“Sini, ini mi Mama ta,” tirunya saat ditemui wartawan. Minggu 23 November 2025 di rumah duka.

Korban ditemukan dalam keadaan telungkup, masih lengkap berpakaian dan memakai sandal. Di tangan kirinya terdapat sebuah arit.

Hal ini menimbulkan kecurigaan keluarga karena korban tidak kidal. Selain itu, ikat rambut yang biasanya dipakai korban tidak ditemukan.

Keluarga juga heran karena lokasi sawah tempat korban ditemukan dalam kondisi kering, tetapi wajah Enggi penuh lumpur.

Anak korban mengungkapkan bahwa sebelum meninggal, Enggi kerap menerima telepon gelap yang berisi ancaman.

Penelepon meminta uang hingga Rp20 juta dan mengaku dari Mahkamah Agung. Anak-anak korban telah menyarankan agar telepon tersebut diblokir dan tidak ditanggapi.

Kasus kematian Enggi serta dugaan pemerasan melalui telepon kini dalam penyelidikan Polres Luwu Timur.

Jasad korban disemayamkan di rumah duka dan akan dimakamkan pada 25 November 2025.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo
Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online
Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku
Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan
Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa
Keluarga Geram! Kematian Hj Mini di Rumah Warga Diminta Diusut Transparan dan Tuntas
Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar
Bupati Gowa Jadi Tersangka, Polri Sita Dokumen

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WITA

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA