Laporan Ada, Pelaku Bebas, Teror Senjata Tajam Mengusik Rasa Aman Warga Bantaeng

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Polsek Tompobulu kabupaten Bantaeng

Kantor Polsek Tompobulu kabupaten Bantaeng

Gedor.id– Seorang warga bernama Nurlela (38) mengaku hidup dalam ketakutan setelah menjadi korban teror dan ancaman senjata tajam.

Ironisnya, laporan yang telah ia sampaikan ke Polsek Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, dinilai belum memberikan perlindungan nyata bagi dirinya dan keluarga.

Peristiwa mencekam itu terjadi pada Kamis malam, 20 November 2025, sekitar pukul 21.44 WITA.

Namun hingga Selasa (16/12/2025), hampir sebulan berlalu, pelaku teror masih bebas dan korban belum merasakan kepastian hukum.

Menurut penuturan Nurlela, terduga pelaku bernama Kamaruddin datang ke rumahnya dalam kondisi mengamuk.

Ia berteriak histeris sambil melempari rumah korban dengan batu, memicu kepanikan keluarga yang berada di dalam rumah.

Teror berlanjut ketika pelaku merangsek ke kolong rumah dan menghantam pintu serta lampu dengan tebasan senjata tajam.

Situasi tersebut membuat keluarga korban ketakutan dan tidak berani keluar rumah.

BACA JUGA :  Sadis! Pria di Pacitan Bacok Mertua hingga Tewas, Empat Korban Luka Parah

Pelaku sempat pergi, namun kembali tak lama kemudian sambil membawa sepeda motor milik ayah Nurlela yang terparkir di pinggir jalan.

Korban awalnya mengira ayahnya yang mengendarai motor tersebut, hingga akhirnya menyadari bahwa Kamaruddin-lah yang membawanya.

Ketika diminta pulang, pelaku kembali mengamuk. Situasi semakin berbahaya saat Kamaruddin mengeluarkan pisau, merusak sepeda motor, dan mengancam Nurlela dari jarak sekitar empat meter.

“Saya lari karena dia bawa pisau dan mengancam saya. Sampai sekarang kami masih takut,” ujar Nurlela.

Sebelum kejadian itu, Kamaruddin juga disebut sempat memarahi ayah korban dan nyaris memicu keributan sebelum dilerai warga.

Namun ketegangan kembali memuncak dan berujung aksi teror di rumah Nurlela.

Ironisnya, malam itu keluarga korban dan warga sekitar sedang berkumpul untuk persiapan acara pernikahan sepupu pelaku.

BACA JUGA :  Kasus Jastip Menggurita, Polres Sidrap Diuji Publik

Suasana yang seharusnya penuh kebersamaan berubah menjadi teror setelah pelaku datang, diduga dalam kondisi tidak stabil.

Nurlela mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tompobulu. Namun hingga kini, ia menilai penanganan kasus berjalan lamban dan belum memberikan jaminan keamanan bagi korban.

“Sampai sekarang pelaku belum ditangkap. Kami seperti dibiarkan hidup dalam ketakutan,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tompobulu membenarkan adanya laporan polisi. Ia menyebut pihaknya telah beberapa kali mendatangi tempat kejadian perkara, namun pelaku belum berhasil diamankan.

“Ada laporan polisi. Kami sudah beberapa kali ke TKP dan pelaku masih dicari karena bersembunyi,” kata Kapolsek.

Kapolsek juga mengakui bahwa Kamaruddin dikenal kerap meresahkan warga bahkan sebelum dirinya menjabat.

Kepolisian mengimbau masyarakat membantu memberikan informasi, sembari meminta warga tidak bertindak main hakim sendiri.

BACA JUGA :  Penganiayaan dan Perusakan Massal, Tapi Polisi Dinilai Tak Maksimal

Menurut keterangan Kanit Reskrim, nilai kerugian korban diperkirakan sekitar Rp1 juta.

Barang bukti berupa sepeda motor masih diamankan di kantor polisi, dan keluarga pelaku telah diminta agar Kamaruddin menyerahkan diri.

“Pelaku melakukan aksinya setelah mabuk atau terpengaruh minuman keras,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tompobulu, Sudarmin, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan bahan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Kami upayakan minggu ini, tergantung kesiapan peserta gelar. Laporan akan digelar karena pelaku tidak ada di tempat,” ujarnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Nurlela menyebut belum menerima surat tanda bukti laporan polisi.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran korban yang menunggu kepastian hukum atas teror yang dialaminya.

Bersambung..
Editor : Darwis

Berita Terkait

Polisi Kejar hingga Surabaya, Pelaku Kekerasan Seksual di Makassar Diamankan
Dua Tahun Bergulir, Kasus Pengrusakan Rumah di Jeneponto Belum Tuntas
Dari Putus Cinta ke Jalur Hukum, ND Laporkan RP ke Polsek Mamajang
SPBU Wala Jadi Lokasi Teror, Polisi Ungkap Kasus Pemerasan Bersajam
Ngeri! Ayah Dibunuh Saat Tidur, Pelaku Pura-Pura Berduka
Pria di Makassar Siram Mantan Pakai Air Keras, Berakhir Ditangkap Polisi
Penahanan Besar Kasus Bibit Nanas, Mantan Pj Gubernur Sulsel Ikut Terseret
Personel Dishub Makassar Dianiaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Urip Sumoharjo

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:35 WITA

Polisi Kejar hingga Surabaya, Pelaku Kekerasan Seksual di Makassar Diamankan

Jumat, 24 April 2026 - 16:40 WITA

Dua Tahun Bergulir, Kasus Pengrusakan Rumah di Jeneponto Belum Tuntas

Selasa, 21 April 2026 - 18:41 WITA

Dari Putus Cinta ke Jalur Hukum, ND Laporkan RP ke Polsek Mamajang

Selasa, 14 April 2026 - 23:44 WITA

SPBU Wala Jadi Lokasi Teror, Polisi Ungkap Kasus Pemerasan Bersajam

Kamis, 2 April 2026 - 17:06 WITA

Ngeri! Ayah Dibunuh Saat Tidur, Pelaku Pura-Pura Berduka

Berita Terbaru

Dua unit rumah panggung di Dusun Manyili, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo

Peristiwa

Sijago Merah Ngamuk, Dua Rumah di Sabbangparu Rata dengah Tanah

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:50 WITA

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah

Daerah

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA