Alarm Bahaya! Sumut Jadi Pintu Masuk Favorit Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 1 Oktober 2025 - 01:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kapolda Sumut dan Pengamat

kapolda Sumut dan Pengamat

Gedor.id- Terungkapnya 1,4 ton narkoba sepanjang Januari–September 2025 oleh Direktorat Narkoba Polda Sumut di bawah kepemimpinan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak memang layak disebut prestasi.

Namun di balik angka fantastis itu, tersimpan pertanyaan besar: mengapa Sumut begitu longgar hingga menjadi jalur empuk peredaran jaringan internasional?

Pengamat Sosial Universitas Negeri Medan, Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si, mengingatkan bahwa capaian aparat ini harus dibaca dua sisi, keberhasilan penindakan sekaligus bukti adanya kerentanan serius di pintu masuk Sumatera Utara.

“Ini jelas alarm keras. Ada titik-titik rawan yang sudah lama jadi jalur narkoba dan belum bisa ditutup rapat. Kalau 1,4 ton bisa masuk, berapa yang lolos tanpa terdeteksi?” kata Bakhrul saat diwawancarai, Selasa (30/9).

BACA JUGA :  Sungguh Bodoh Eks Kapolres Bima Kota, Kursi Kapolres Tinggal Kenangan karena Sabu

Jalur Masuk Masih Longgar

Dari catatan aparat, jaringan narkoba kerap memanfaatkan jalur laut, pelabuhan tikus, hingga perbatasan darat untuk menyelundupkan sabu, ekstasi, kokain, maupun ganja.

Ironisnya, beberapa titik rawan ini sudah terdeteksi sejak lama, namun pengawasan masih belum konsisten.

Bakhrul menilai, pengungkapan besar ini harus ditindaklanjuti dengan zona sterilisasi luar-dalam.

Tidak cukup dengan patroli aparat, masyarakat juga mesti digerakkan melalui pos-pos pengawasan dan layanan pelaporan cepat.

“Kalau hanya mengandalkan aparat, jaringan narkoba yang besar pasti selalu selangkah di depan. Perlu melibatkan masyarakat, agar mereka sadar, peduli, sekaligus jadi tameng sosial melawan bandar,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tahanan Diduga Kendalikan Sabu dari Rutan Masamba, GKPHI Soroti Lemahnya Pengawasan

Jerat Bandar Lewat TPPU

Selain pencegahan, Bakhrul juga mendorong Poldasu menindak para bandar dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurutnya, cara paling efektif memutus jaringan adalah dengan melucuti harta kekayaan mereka.

“Barang bukti sabu disita, bandar ditangkap, tapi kalau uang hasil bisnisnya masih berputar, mereka bisa bangkit lagi. Harus dimiskinkan. Itu kunci utama,” tegasnya.

Sinergi Nasional

Sebelumnya, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Aryo Seto dalam paparannya, Jumat (26/9), menegaskan bahwa pengungkapan 1,4 ton narkoba ini merupakan hasil kerja bersama Polri dan BNN.

BACA JUGA :  Ngeri! Obat Bius Etomidate Kini Beredar Lewat Vape, Bareskrim Turun Tangan

“Keberhasilan ini bukan semata angka, tapi wujud komitmen menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Kolaborasi ini akan terus diperkuat,” tandas Suyudi di Aula Tri Brata Poldasu.

Pertanyaan yang Tersisa

Meski apresiasi patut diberikan, publik juga pantas bertanya: apakah 1,4 ton ini hanya puncak gunung es? Jika demikian, berapa banyak narkoba yang berhasil menembus Sumut tanpa terendus aparat?

Di balik gegap gempita keberhasilan, pengungkapan ini seharusnya menyadarkan semua pihak bahwa Sumut masih dalam posisi rawan—bahkan kritis—sebagai pintu gerbang narkoba internasional.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Penimbun Solar dan Pertalite Diciduk, Polisi Sita 107 Jeriken
Judi Balap Liar Digerebek di Gowa, Motor Racing dan Uang Rp9,1 Juta Disita
Kasus Arisan Online Memanas, Polisi Buru Terlapor yang Diduga Kabur
Dalih Ditolak Istri, Ayah di Kendari Jadikan Anak Kandung Sasaran Nafsu
Mobil Mewah Disita, Tersangka Tetap Bebas, Penanganan Kasus HL Dipertanyakan
Berawal dari Dendam Lama, Pria di Makassar Bunuh Rekannya Pakai Batu dan Cangkul
Dugaan Aborsi 2021 di Gowa Kembali Terbongkar, ASN Berinisial HA Dilaporkan ke Polisi
Aksi Bejat Buruh Harian di Makassar Terbongkar, Klien Ditodong dan Dicabuli di Rumah

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:06 WITA

Penimbun Solar dan Pertalite Diciduk, Polisi Sita 107 Jeriken

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:21 WITA

Judi Balap Liar Digerebek di Gowa, Motor Racing dan Uang Rp9,1 Juta Disita

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:11 WITA

Kasus Arisan Online Memanas, Polisi Buru Terlapor yang Diduga Kabur

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:55 WITA

Dalih Ditolak Istri, Ayah di Kendari Jadikan Anak Kandung Sasaran Nafsu

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:57 WITA

Mobil Mewah Disita, Tersangka Tetap Bebas, Penanganan Kasus HL Dipertanyakan

Berita Terbaru