Video Kontroversial Trump Soal Obama Tuai Protes Keras

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WASHINGTON, DC – 3 Maret 2025: Presiden AS Donald Trump didampingi Menteri Perdagangan Howard Lutnick menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih. Trump mengumumkan rencana investasi TSMC senilai US$100 miliar di Amerika Serikat. (Foto: Andrew Harnik/Getty Images)

WASHINGTON, DC – 3 Maret 2025: Presiden AS Donald Trump didampingi Menteri Perdagangan Howard Lutnick menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih. Trump mengumumkan rencana investasi TSMC senilai US$100 miliar di Amerika Serikat. (Foto: Andrew Harnik/Getty Images)

Gedor.id-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik sebuah video dari akun media sosialnya setelah menuai kecaman luas karena dinilai bermuatan rasis.

Video tersebut menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama yang digambarkan sebagai kera.

Video berdurasi 62 detik itu diunggah Trump melalui platform Truth Social. Isinya mengulang klaim lama tentang dugaan kecurangan dalam Pemilu Presiden AS 2020.

Konten tersebut memicu kemarahan publik setelah pada bagian akhir video, wajah keluarga Obama ditampilkan menempel pada tubuh monyet, diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight.

Menanggapi polemik tersebut, Trump mengaku tidak merasa bersalah. Kepada wartawan pada Jumat, ia menyatakan hanya sempat melihat bagian awal video sebelum diunggah oleh stafnya dan mengklaim tidak mengetahui adanya muatan rasis.

“Saya tidak melakukan kesalahan,” ujar Trump, dikutip dari media asing.

BACA JUGA :  FBI Temukan Senapan Mauser yang Dipakai Bunuh Charlie Kirk, Disembunyikan di Hutan

Awalnya, Gedung Putih membela unggahan itu dengan menyebutnya sebagai meme internet dan menuding para pengkritik melakukan “kemarahan palsu”.

Namun, setelah kecaman meluas — termasuk dari sejumlah senator Partai Republik — video tersebut akhirnya dihapus. Seorang pejabat Gedung Putih menyebut unggahan itu dilakukan “secara keliru” oleh staf.

Video tersebut diketahui berasal dari unggahan di platform X pada Oktober lalu, yang dibagikan oleh pembuat meme konservatif.

Selain keluarga Obama, video itu juga menampilkan sejumlah tokoh Partai Demokrat yang digambarkan sebagai hewan, di antaranya anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, Wali Kota New York Zohran Mamdani, dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Mantan Presiden Joe Biden juga digambarkan sebagai kera yang tengah memakan pisang.

Hingga kini, keluarga Obama belum memberikan pernyataan resmi terkait beredarnya video tersebut.

BACA JUGA :  Amerika Serikat Serang Venezuela, Trump Klaim Presiden Nicolas Maduro Ditangkap

Kecaman Terhadap Trump

Unggahan itu memicu kritik keras dari berbagai kalangan politik di Amerika Serikat.

Senator Tim Scott dari Carolina Selatan, yang dikenal sebagai sekutu Trump, menyebut video tersebut sebagai “hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini” dan mendesak agar segera dihapus.

Anggota DPR Mike Lawler dari New York mengecam video itu sebagai “salah dan sangat menyinggung”, serta menilai seharusnya disertai permintaan maaf.

Senator John Curtis dari Utah menyebut konten tersebut “jelas rasis dan tidak dapat dimaafkan”, serta menegaskan bahwa video itu tidak seharusnya diunggah atau dibiarkan beredar.

Kritik juga datang dari Partai Demokrat dan tokoh masyarakat. Presiden NAACP Derrick Johnson menyebut video itu “menjijikkan dan sangat tercela”, serta menuding Trump berusaha mengalihkan perhatian publik dari isu lain seperti kondisi ekonomi dan persoalan hukum yang membelitnya.

BACA JUGA :  Operasi ICE Kembali Makan Korban, Perawat Warga AS Tewas Ditembak

Mantan pejabat Gedung Putih era Obama, Ben Rhodes, menyatakan video tersebut “akan menjadi noda bagi Trump dan para pengikut rasisnya”.

Gubernur Illinois JB Pritzker secara terbuka menyebut Trump sebagai rasis, sementara kantor Gubernur California Gavin Newsom menyebut unggahan itu sebagai “perilaku menjijikkan oleh presiden” dan menyerukan agar seluruh anggota Partai Republik ikut mengecamnya.

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries turut melontarkan kecaman keras dengan menyebut Trump sebagai “makhluk menjijikkan, tidak waras, dan jahat”, serta mendesak seluruh legislator Partai Republik untuk mengutuk apa yang ia sebut sebagai kefanatikan Trump.

Kontroversi ini mencuat di tengah peringatan Black History Month di Amerika Serikat, periode yang meningkatkan sensitivitas publik terhadap isu rasisme dan representasi rasial.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi
Iran Kunci Jalur Diplomasi dengan Trump, Ucapkan Sindiran Tajam di Ramadan
Balas Dendam Iran! Rudal Fattah-2 Menghantam Israel, 650 Tentara AS Diklaim Tewas
Pemimpin Tertinggi Iran Tewas oleh Serangan Udara AS-Israel, Dunia Guncang
Rudal Menghujani Kawasan Teluk, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka
Operasi ICE Kembali Makan Korban, Perawat Warga AS Tewas Ditembak
Amerika Serikat Serang Venezuela, Trump Klaim Presiden Nicolas Maduro Ditangkap
Gempa 7,6 Guncang Aomori, Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk Hokkaido hingga Iwate

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:13 WITA

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:35 WITA

Iran Kunci Jalur Diplomasi dengan Trump, Ucapkan Sindiran Tajam di Ramadan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05 WITA

Balas Dendam Iran! Rudal Fattah-2 Menghantam Israel, 650 Tentara AS Diklaim Tewas

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:34 WITA

Pemimpin Tertinggi Iran Tewas oleh Serangan Udara AS-Israel, Dunia Guncang

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:16 WITA

Rudal Menghujani Kawasan Teluk, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka

Berita Terbaru

Ilustrasi Rudal Buatan Iran

Internasional

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

Jumat, 27 Mar 2026 - 23:13 WITA