Rudal Menghujani Kawasan Teluk, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka

Tojeng

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AS dan Israel Bombardir Iran

Ilustrasi AS dan Israel Bombardir Iran

Gedor.id- Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Operasi gabungan tersebut disebut melibatkan kekuatan udara dan laut dalam skala besar, menandai eskalasi signifikan di tengah ketegangan yang sebelumnya sudah tinggi.

Media internasional Al Jazeera melaporkan seorang pejabat militer AS mengonfirmasi bahwa serangan itu merupakan operasi terkoordinasi antara Washington dan Tel Aviv.

Armada jet tempur, kapal perang, serta sistem persenjataan jarak jauh dikerahkan untuk menghantam sejumlah titik strategis di Iran.

Di ibu kota Teheran, beberapa ledakan terdengar di berbagai lokasi. Salah satu sasaran dilaporkan berada di sekitar kompleks yang berkaitan dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Namun, sumber pemerintah Iran menyatakan Khamenei telah dipindahkan ke lokasi aman sebelum serangan terjadi.

BACA JUGA :  Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan

Serangan juga dilaporkan menghantam kawasan Jalan Universitas dan Jomhouri di pusat Teheran. Asap tebal terlihat membumbung tinggi, sementara warga dilaporkan panik dan berupaya mencari perlindungan.

Ledakan turut terdengar di wilayah Seyyed Khandan di bagian utara kota, serta di Provinsi Ilam, wilayah barat Iran.

Koresponden Al Jazeera di Teheran, Maziar Motamedi, melaporkan gangguan signifikan pada jaringan komunikasi. “Sebagian besar layanan seluler tidak dapat digunakan, dan panggilan tidak tersambung di banyak area,” ujarnya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi militer tersebut dilakukan untuk menghilangkan ancaman yang dinilai berasal dari pemerintah Iran.

BACA JUGA :  Rusia Makin Ganas! Serang Dnipropetrovsk dan Klaim Kuasai Dua Desa

Menurutnya, langkah itu bertujuan melindungi kepentingan serta warga Amerika di kawasan Timur Tengah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menegaskan negaranya akan terus bekerja sama dengan AS dalam menghadapi Iran.

Ia menyebut operasi tersebut sebagai langkah penting untuk mencegah ancaman jangka panjang dari Teheran.

Pejabat pertahanan Israel mengungkapkan rencana serangan telah disusun sejak beberapa bulan lalu.

Waktu pelaksanaan bahkan ditentukan ketika pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran masih berlangsung.

Sebagai respons, pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), dilaporkan meluncurkan serangan balasan ke sejumlah target militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Ledakan pertama dilaporkan terjadi di Bahrain setelah rudal Iran menghantam markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.

BACA JUGA :  Transmisi Harga Brent ke Solar, Logistik RI di Ujung Tanduk

Pemerintah Bahrain segera mengeluarkan peringatan darurat dan meminta warga menuju tempat perlindungan.

Pemerintah Qatar juga mengirim peringatan darurat melalui pesan singkat ke telepon seluler warga, meminta masyarakat tetap berada di dalam rumah dan menjauhi instalasi militer. Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan satu rudal berhasil dicegat menggunakan sistem pertahanan Patriot.

Dentuman keras turut terdengar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, meski belum ada keterangan resmi terkait sasaran serangan.

Kuwait juga mengaktifkan sirene peringatan serangan udara setelah terdeteksi ancaman rudal di wilayahnya.

Rangkaian serangan dan balasan tersebut memperburuk ketidakpastian di Timur Tengah serta memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS
Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar
Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu
AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania
Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa
Danau Glasial Diduga Jebol, Banjir Maut Hantam Perbatasan Nepal-China
Krisis Hormuz Memanas, Iran Tak Akan Buka Selat Sebelum AS Menyerah
Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WITA

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 13:58 WITA

Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:01 WITA

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:44 WITA

Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA