Saat Ternak Raib, Penegakan Hukum di Takalar Ikut Menghilang

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Polres Takalar

Kantor Polres Takalar

Gedor.id– Penanganan laporan kasus pencurian ternak (curnak) di Kabupaten Takalar menuai sorotan. Sudah hampir tiga pekan sejak laporan resmi diajukan, namun proses penyelidikan dinilai berjalan lamban dan minim transparansi.

Kasus tersebut dilaporkan oleh warga Lingkungan Ballo, Kelurahan Sombala Bella, Kecamatan Pattallassang, dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/12/I/2026/SPKT/POLRES TAKALAR/POLDA SULAWESI SELATAN, tertanggal 15 Januari 2026.

Hingga kini, belum ada informasi terbuka terkait langkah konkret penyidik dalam mengungkap pelaku.

Pelapor, Abd. Rasyid, mengaku belum pernah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sejak laporan dibuat.

BACA JUGA :  Kapolsek Singgung Kerugian Rp1 Juta, Warga Minta Ancaman Jangan Diremehkan

Padahal, SP2HP merupakan kewajiban penyidik sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

“Kami melapor secara resmi dan berharap ada kejelasan. Tapi sampai sekarang tidak ada pemberitahuan sama sekali terkait perkembangan perkara,” ujar Abd. Rasyid, kamis (5/2/2026).

Tak hanya itu, pelapor juga menyebut tidak diberikan akses komunikasi untuk memantau perkembangan kasus.

Ia mengaku tidak menerima nomor kontak penyidik maupun petugas yang menangani laporannya.

“Kalau mau tahu perkembangan, saya harus datang sendiri ke Polres. Itupun jawabannya hanya diminta menunggu akan dihubungi,” ungkapnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen aparat penegak hukum dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.

BACA JUGA :  Wali Kelas Tantang Orang Tua Siswi Korban “Silakan Lapor Polisi!”

Ketiadaan SP2HP serta minimnya komunikasi dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi penegakan hukum.

Kasus pencurian ternak sendiri bukan sekadar perkara pidana biasa. Di wilayah pedesaan, kejahatan ini berdampak langsung pada ekonomi warga dan berpotensi memicu keresahan sosial jika tidak ditangani secara cepat dan tuntas.

Keluarga pelapor menilai lambannya penanganan perkara berpotensi membuka ruang bagi pelaku untuk kembali beraksi.

BACA JUGA :  Polres Takalar Tunjukkan Komitmen Berantas Narkoba, 60 Kasus Ditangani Sepanjang 2025

Mereka mendesak aparat kepolisian agar segera melakukan langkah penyelidikan konkret, termasuk pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.

Hingga berita ini diturunkan, Kasatreskrim Polres Takalar, AKP Hatta, belum memberikan klarifikasi.

Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat tidak mendapatkan respons, meski pesan telah terbaca.

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak Polres Takalar untuk memberikan penjelasan resmi terkait penanganan laporan tersebut.

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Pria di Makassar Siram Mantan Pakai Air Keras, Berakhir Ditangkap Polisi
Penahanan Besar Kasus Bibit Nanas, Mantan Pj Gubernur Sulsel Ikut Terseret
Personel Dishub Makassar Dianiaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Urip Sumoharjo
Kejari Luwu Tetapkan 5 Tersangka Korupsi P3-TGAI, Eks Anggota DPR RI dan Wakil Ketua DPRD Ikut Ditahan
Pitbull Jadi Alat Transaksi, Komplotan Curnak Digulung Polisi
SL Masih Saksi, Saenal Dijerat, Penanganan Kasus di Takalar Jadi Sorotan
Empat Oknum Polisi Dilaporkan, Kasatreskrim Polres Takalar Hanya Sebut ‘Disposisi’
Mangkir Panggilan Polisi, Pengelola Travel Umrah Akhirnya Dicokok

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:33 WITA

Pria di Makassar Siram Mantan Pakai Air Keras, Berakhir Ditangkap Polisi

Rabu, 11 Maret 2026 - 02:01 WITA

Penahanan Besar Kasus Bibit Nanas, Mantan Pj Gubernur Sulsel Ikut Terseret

Senin, 9 Maret 2026 - 21:01 WITA

Personel Dishub Makassar Dianiaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Urip Sumoharjo

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:13 WITA

Kejari Luwu Tetapkan 5 Tersangka Korupsi P3-TGAI, Eks Anggota DPR RI dan Wakil Ketua DPRD Ikut Ditahan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:29 WITA

Pitbull Jadi Alat Transaksi, Komplotan Curnak Digulung Polisi

Berita Terbaru