Izin Aksi Diabaikan! Polisi Pergi, Preman Sekuriti Serang Warga

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu Warga yang tertancap Panah

Salah satu Warga yang tertancap Panah

Gedor.id- Dua warga Luat Unterudang terluka setelah puluhan oknum sekuriti PT Barapala yang diduga preman bayaran menyerang massa aksi yang sedang menginap di area perusahaan, Selasa (18/11) malam.

Menurut informasi di lapangan, warga yang sebelumnya melakukan aksi damai dengan izin menginap dari Polres Padanglawas tiba-tiba diserang menggunakan panah, tombak, dan parang.

Dua korban, Adi Ansor Harahap (42) dan Saripuddin Hasibuan (41) masing-masing terluka di kaki kanan dan dada kanan akibat tertancap panah.

Saksi mata, Ruslan Abdullah Hasibuan, menyampaikan bahwa sebelum penyerangan, sejumlah oknum sekuriti sempat meminta izin kepada warga untuk melintas dengan alasan menjemput rekan mereka di pos 1.

BACA JUGA :  Tak Jelas Lokasi Pembangunan, Warga Kepung Pos Yon TP 872

“Karena alasan mereka jelas, kami izinkan mereka lewat,” ujar Ruslan.

Namun sepulang dari pos 1, sekitar 25 orang oknum sekuriti tiba-tiba menyerang warga di dekat jembatan.

Serangan dilakukan secara membabi buta menggunakan panah dan tombak.

Warga yang terkejut berusaha melawan dengan peralatan seadanya hingga berhasil memukul mundur para pelaku.

Selain menyerang, oknum sekuriti juga merusak sepeda motor dan kendaraan milik warga.

BACA JUGA :  Viral, Warga Salemba Jadi Korban Bacokan di Depan Masjid ICDT Bulukumba

Perwakilan mahasiswa, Arsa Rizki Siregar, menegaskan bahwa aksi damai tersebut sudah mendapatkan izin resmi dari Polres Padanglawas.

Ia menyesalkan penyerangan terjadi justru setelah polisi meninggalkan lokasi.

“Kami minta Kapoldasu dan Gubernur Sumatera Utara memberi atensi dan turun langsung ke lokasi. Kami juga akan menggelar aksi besar-besaran ke Poldasu,” kata Arsa.

Warga turut meminta pihak manajemen PT Barapala, termasuk Saprijal, Ahok, dan Aspin, untuk bertanggung jawab atas tindakan para sekuritinya yang dianggap sebagai preman bayaran.

Di sisi lain, beredar informasi bahwa Kapolres Padanglawas telah melaporkan dugaan pengrusakan dan pembakaran aset perusahaan ke Poldasu.

BACA JUGA :  Bentrok di Kebun Padanglawas, Perusahaan Sebut Sempat Buka Ruang Dialog

Warga menilai laporan tersebut tidak objektif karena mengabaikan fakta bahwa penyerangan terhadap warga terjadi lebih dulu.

Mereka juga menolak pelibatan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat sebagai terlapor tanpa mempertimbangkan pemicu awal konflik.

Warga menegaskan agar Poldasu melihat persoalan ini secara objektif dan mendesak Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto untuk mencopot Kapolres Padanglawas karena dianggap tidak netral dalam menangani kasus tersebut.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Diduga Lindungi Bandar, Kapolres Bima Kota Terseret Pusaran Kasus Narkoba
Aksi Kriminal di Lampung, Konten Kreator Jadi Korban Dua Pemuda
Kasus Pengancaman di Biringbulu Belum Ada Kejelasan
Saat Ternak Raib, Penegakan Hukum di Takalar Ikut Menghilang
Sikap Membandel Terlapor Disorot, Firmansyah dan Iwan Absen, Perkara Terancam Naik ke Penyidikan
Korban Sebut Ada Dalang di Balik Pembacokan Brutal di Polsek Polut
Dugaan Penyiksaan di Polsek Mangarabombang, Empat Oknum Polisi Dilaporkan
Sudah Buat Surat Pengakuan, Oknum Moladin Justru Menghilang

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:02 WITA

Diduga Lindungi Bandar, Kapolres Bima Kota Terseret Pusaran Kasus Narkoba

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:58 WITA

Kasus Pengancaman di Biringbulu Belum Ada Kejelasan

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:09 WITA

Saat Ternak Raib, Penegakan Hukum di Takalar Ikut Menghilang

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:29 WITA

Sikap Membandel Terlapor Disorot, Firmansyah dan Iwan Absen, Perkara Terancam Naik ke Penyidikan

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:01 WITA

Korban Sebut Ada Dalang di Balik Pembacokan Brutal di Polsek Polut

Berita Terbaru

Salinan Ijazah Jokowi (Foto Antara)

Nasional

Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:03 WITA