Galian C Jalan Tanpa Rem, Penegakan Hukum Jeneponto Dipermalukan

Tojeng

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang yang ada di sekitar kantor Desa Tuju, Kecamatan bangkala Barat

Tambang yang ada di sekitar kantor Desa Tuju, Kecamatan bangkala Barat

Gedor.id– Aktivitas tambang galian C berupa tanah dan batu di belakang Kantor Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, kembali beroperasi terang-terangan.

Padahal sebelumnya, kegiatan tersebut telah dihentikan oleh pihak berwenang. Fakta ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan potensi pembekalan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal.

Pantauan di lapangan memperlihatkan truk-truk pengangkut material keluar-masuk lokasi galian tanpa hambatan, seolah tidak tersentuh pengawasan.

Tidak ditemukan papan informasi, izin operasional, maupun keterangan resmi yang menjelaskan legalitas tambang tersebut.

Seorang sopir truk yang enggan disebutkan identitasnya mengakui bahwa material galian C dari lokasi tersebut dikirim ke kawasan Center Point of Indonesia (CPI) dan Desa Punaga.

BACA JUGA :  Panas di Internal KONI Jeneponto, Musorkablub Picu Perdebatan

“Materialnya kami bawa ke CPI dan Desa Punaga,” ujarnya.

Aktivis Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB), Bima, menilai beroperasinya kembali tambang galian C tersebut sebagai bentuk nyata lemahnya penegakan hukum di Jeneponto.

Ia menegaskan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara secara tegas mewajibkan setiap aktivitas pertambangan memiliki izin resmi.

“Jika tambang yang pernah ditutup bisa kembali beroperasi tanpa kejelasan izin, maka publik berhak curiga. Ini menunjukkan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Bima.

Ia juga menyoroti kewajiban lingkungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

BACA JUGA :  Kasus Hibah KONI Jeneponto Menghangat, Jaksa Bidik Pengadaan Matras dan Sekretariat

Menurutnya, aktivitas tambang tanpa kajian lingkungan bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi kejahatan ekologis.

“Kerusakan lahan, debu, dan ancaman keselamatan warga adalah dampak nyata. Tapi yang lebih berbahaya adalah pembiaran sistematis. Sampai sekarang tambang ini masih beroperasi seolah kebal hukum,” ujarnya.

Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas tersebut. Selain debu dan kebisingan, mereka mempertanyakan sikap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah yang dinilai lamban, bahkan terkesan tutup mata.

Kapolres Jeneponto telah dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait aktivitas tambang ini.

Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun pernyataan resmi yang diberikan. Sikap diam aparat ini semakin memperkuat kecurigaan publik.

BACA JUGA :  Hukum Seolah Mati! Tambang 'Ilegal' Milik Kades Jalan Terus, Kasatreskrim Tak Berkutik

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jeneponto AKP Nurman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon hanya menyampaikan bahwa aktivitas tersebut kemungkinan terjadi pada pekan lalu, tanpa menjelaskan langkah hukum yang akan diambil. Jumat (26/12/2025)

Hingga kini, pihak pengelola tambang maupun Pemerintah Desa Tuju belum memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, legalitas, dan kelengkapan perizinan dibukanya kembali aktivitas galian C tersebut.

Publik kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum dan pemerintah daerah: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru tunduk pada kepentingan tambang ilegal.

Bersambung…

(Tim)

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru