Film Sahabat Anak Hadirkan Visi Kak Seto dan Coaching Akting Humanis Luthfi Sato

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film bertajuk Sahabat Anak yang dijadwalkan tayang pada akhir 2025.

Film bertajuk Sahabat Anak yang dijadwalkan tayang pada akhir 2025.

Gedor.id – Sebuah film bertajuk Sahabat Anak resmi diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers perdananya pada Rabu, 10 Juli 2025, di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Jakarta.

Film ini menjadi buah karya istimewa dari Kak Seto Mulyadi yang telah 55 tahun mengabdi di dunia anak-anak, dan diperkuat oleh pendekatan coaching humanis dari aktor sekaligus pelatih akting, Luthfi Sato.

Disutradarai oleh Irham Aco Bachtiar, film Sahabat Anak mengangkat potret kehidupan dan nilai-nilai perjuangan Kak Seto dalam membela hak dan suara anak-anak Indonesia.

Bukan hanya kisah yang menyentuh, film ini juga menonjolkan proses akting anak-anak yang dibentuk secara personal dan penuh empati.

Tokoh penting di balik pendekatan tersebut adalah Luthfi Sato, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Haji Matto di film Coto vs Konro.

BACA JUGA :  Bantahan Pengacara Buyar, Kapolrestabes: Keterangan Tersangka Bukan Alat Bukti

Kali ini, ia mengambil peran sebagai acting coach dengan metode yang tidak biasa. Alih-alih mengarahkan secara teknis seperti orang dewasa, Luthfi menemani dan membimbing para pemeran cilik memahami karakter mereka dengan pendekatan emosional yang lembut.

“Saya tidak mengarahkan mereka untuk akting seperti orang dewasa, tapi saya menemani mereka mengenal dan menyelesaikan karakter masing-masing dengan cara mereka sendiri,” ujar Luthfi dalam sesi wawancara.

“Anak-anak ini tidak sedang diajari bermain peran, tapi diajak memahami emosi mereka sendiri, dan itulah akting yang paling jujur, karena akting sesungguhnya adalah ketika Anda sedang tidak berakting,” tambahnya.

Empat pemeran utama dalam film ini adalah Afsheena Zerina (Lin), Revan Hadi (Fikri), Rasya (Josh), dan Jabez Immanuel (Hadi).

BACA JUGA :  Sudah Sebulan Berlalu, Polisi Tak Juga Gerak! Kasus Kekerasan Anak di Makassar Mandek

Luthfi mempelajari cara komunikasi masing-masing anak dan menyesuaikan metode coaching-nya secara individual. Ada anak yang sensitif, ada yang logis, dan ada pula yang sangat ekspresif.

Hasilnya, akting para pemain cilik dalam Sahabat Anak dinilai natural, mengalir, dan emosional tanpa terlihat dibuat-buat.

Ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dalam dunia akting anak-anak bisa menciptakan ruang aman sekaligus menguatkan pesan film.

Tak hanya dari Jakarta, produksi ini juga melibatkan ratusan anak dari berbagai daerah seperti Bogor, Palembang, Bekasi, hingga Kendari, menjadikannya film anak Indonesia yang inklusif dan beragam.

Film Sahabat Anak merupakan kolaborasi antara Heart Pictures dan Rumah Semut Film. Di balik ceritanya, tersimpan misi besar dari Kak Seto yang ingin memperluas kampanye perlindungan dan pemahaman terhadap dunia anak.

BACA JUGA :  Bantahan Pengacara Buyar, Kapolrestabes: Keterangan Tersangka Bukan Alat Bukti

“Anak-anak dilindungi undang-undang. Maka cara mendekatinya adalah dengan cinta, bukan tekanan. Saya berharap film ini menyentuh para tokoh, pejabat, guru, dan orang tua untuk bermain dan menjadi sahabat anak,” ujar Kak Seto.

Film ini dijadwalkan tayang pada akhir 2025. Lebih dari sekadar hiburan, Sahabat Anak diharapkan menjadi ruang aman ekspresi dan edukasi bagi anak-anak Indonesia dengan pendekatan seni yang penuh cinta, seperti visi yang dibawa oleh Kak Seto dan sentuhan coaching lembut dari Luthfi Sato.

Editor : Id Amor
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Kondisi Fisik Jokowi Dinilai Terus Merosot di Tengah Isu Ijazah
Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian
Polemik Anggaran 1.500 Kapal Ikan, Menteri KKP dan Menteri Keuangan Saling Beda Pernyataan
KPK Telusuri Dugaan Aset Tersembunyi Ridwan Kamil dalam Kasus Korupsi Iklan Bank bjb
Penanganan Kasus Jambret Disorot, Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara
DPR Ungkap Dugaan Kejahatan di Balik Banjir Aceh, Kejaksaan Diminta Tak Berhenti di Permukaan
Peringatan Keras Prabowo, Jabatan Bukan Tempat Cari Untung, Siap-Siap Reshuffle!
Program Bergizi Nyatanya ‘Beracun’ 7.368 Anak Keracunan MBG

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:18 WITA

Kondisi Fisik Jokowi Dinilai Terus Merosot di Tengah Isu Ijazah

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:03 WITA

Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:10 WITA

Polemik Anggaran 1.500 Kapal Ikan, Menteri KKP dan Menteri Keuangan Saling Beda Pernyataan

Senin, 9 Februari 2026 - 16:49 WITA

KPK Telusuri Dugaan Aset Tersembunyi Ridwan Kamil dalam Kasus Korupsi Iklan Bank bjb

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:55 WITA

Penanganan Kasus Jambret Disorot, Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara

Berita Terbaru

Salinan Ijazah Jokowi (Foto Antara)

Nasional

Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:03 WITA