Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Menguat, Korban Laporkan ke Propam

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pemuda berinisial A (25) dengan lebam di wajah usai diduga dikeroyok oknum polisi, serta suasana keluarga korban dan warga saat mendatangi Mapolres Maros untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut, Kamis (1/1/2026). (Foto kolase)

Kondisi pemuda berinisial A (25) dengan lebam di wajah usai diduga dikeroyok oknum polisi, serta suasana keluarga korban dan warga saat mendatangi Mapolres Maros untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut, Kamis (1/1/2026). (Foto kolase)

Gedor.id- Niat merayakan malam pergantian tahun justru berubah menjadi pengalaman traumatis bagi seorang pemuda di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Seorang pria berinisial A (25) mengaku menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum polisi di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB), Rabu malam (31/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.46 Wita. A, warga Dusun Balangkasa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, awalnya datang ke PTB untuk menunggu kedatangan keluarganya sambil menghabiskan waktu menjelang detik-detik Tahun Baru.

Ia disebut tiba lebih awal, duduk di salah satu lapak, dan memesan minuman.

Masalah bermula ketika A menyalakan petasan berukuran kecil. Aksi itu mendapat teguran dari seorang anggota polisi yang melintas bersama seorang perempuan.

BACA JUGA :  Diduga Jadi Korban Kekerasan, Bripda DP Meregang Nyawa di Aspol Polda Sulsel

Korban mengakui perbuatannya, namun sempat terjadi adu mulut sebelum akhirnya dilerai oleh warga sekitar.

Situasi yang semula mereda justru kembali memanas. Tak lama setelah meninggalkan lokasi, polisi tersebut disebut kembali bersama sekitar 10 anggota polisi lainnya.

Tanpa penjelasan yang jelas, korban langsung ditangkap, dicekik, diseret sejauh beberapa meter, lalu dikeroyok secara beramai-ramai hingga mengalami sejumlah luka.

Kekerasan tidak berhenti di lokasi kejadian. Korban kemudian dibawa ke Mapolres Maros.

Di dalam kantor polisi, A kembali mengaku mendapat perlakuan kasar berupa pukulan dan tamparan dari beberapa anggota polisi.

Bahkan, menurut pengakuan korban kepada keluarganya, ia juga dipaksa meminum minuman keras (miras) saat berada di dalam kantor polisi.

BACA JUGA :  Fitnah di Media Digital, Warga Maros Resmi Lapor Polisi

Aksi kekerasan tersebut baru terhenti setelah salah seorang polisi mengenali korban dan memasukkannya ke dalam sel guna menghindari pemukulan lanjutan.

Korban ditahan selama beberapa jam sebelum akhirnya dilepaskan.

Sekitar pukul 03.00 Wita, A dipulangkan dan diantar kembali ke kawasan PTB dalam kondisi babak belur, dengan pakaian sobek.

Pihak keluarga kemudian menjemput korban setelah mengetahui informasi penahanan tersebut melalui pesan di grup keluarga.

Pascakejadian, keluarga korban mengungkap adanya upaya penyelesaian secara damai.

Kakak korban disebut menerima pesan singkat dari seorang anggota polisi yang menawarkan perdamaian dengan jaminan biaya pengobatan akan ditanggung. Namun, tawaran tersebut tegas ditolak.

BACA JUGA :  IRT Bulukumba Mengaku Dianiaya Suami, Netizen Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

“Kami tidak mau damai. Kami ingin kasus ini diproses sesuai hukum,” ujar salah satu anggota keluarga korban.

Keluarga A kemudian melaporkan insiden tersebut ke Propam Polres Maros.

Kejadian ini juga memicu reaksi warga sekitar yang mendatangi Polres Maros untuk meminta pertanggungjawaban dan mendesak penanganan kasus secara terbuka dan transparan.

Warga menyatakan akan terus mengawal proses hukum dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika kasus ini tidak ditangani secara serius.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kekerasan yang melibatkan oknum anggotanya tersebut.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Remaja Makassar Gugur Diterjang Peluru, Iptu N Diamankan
Diduga Jadi Korban Kekerasan, Bripda DP Meregang Nyawa di Aspol Polda Sulsel
Pulau IX Danau Tempe Dikepung Polisi Usai Penemuan Jenazah
Makassar Meledak, Tawuran Dua Hari Beruntun Picu Kebakaran Hebat
Oleng di Samping Truk, Mahasiswa di Kubu Raya Tewas Mengenaskan
Denpasar Terendam, 43 Titik Banjir Bikin Aktivitas Warga Lumpuh
Kecelakaan Tambang Maut, Dump Truk Lindas Dua Pemotor Hingga Tewas di Maros
Kecelakaan di Kendari, 4 Ladies Tergeletak, Satu Malah Pose Santai

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:26 WITA

Remaja Makassar Gugur Diterjang Peluru, Iptu N Diamankan

Senin, 23 Februari 2026 - 22:25 WITA

Diduga Jadi Korban Kekerasan, Bripda DP Meregang Nyawa di Aspol Polda Sulsel

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:46 WITA

Pulau IX Danau Tempe Dikepung Polisi Usai Penemuan Jenazah

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:12 WITA

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Menguat, Korban Laporkan ke Propam

Selasa, 18 November 2025 - 19:45 WITA

Makassar Meledak, Tawuran Dua Hari Beruntun Picu Kebakaran Hebat

Berita Terbaru