Dua Tahun Bergulir, Kasus Pengrusakan Rumah di Jeneponto Belum Tuntas

Tojeng

Jumat, 24 April 2026 - 16:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah yang di rusak di jeneponto

Rumah yang di rusak di jeneponto

Gedor.id– Kasus dugaan pengrusakan dan perobohan rumah milik Sangkala di Lingkungan Tamalatea, Kelurahan Bontotanga, Kabupaten Jeneponto, hingga kini masih dalam penanganan aparat kepolisian.

Perkara yang telah berjalan hampir dua tahun ini dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Kuasa hukum korban, Sudirman Sijaya, menyampaikan bahwa sejumlah terduga pelaku utama masih belum ditangkap dan diduga masih bebas berkeliaran. Hal tersebut disampaikan pada Jumat (24/4/2026).

Peristiwa pengrusakan itu diduga dipicu oleh kasus pencurian emas yang melibatkan menantu korban.

Namun, pihak kuasa hukum menegaskan bahwa Sangkala tidak mengetahui keterlibatan anggota keluarganya tersebut.

BACA JUGA :  Viral Video “Batang Membara”, Polisi Telusuri Distribusi Konten dan Tangkap Pelaku Utama

“Yang kami sesalkan, mengapa rumah milik Sangkala justru dihancurkan. Itu sangat keliru,” ujar Sudirman.

Laporan Polisi Sejak 2024

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Jeneponto dengan nomor laporan STT-PLN/241/V/2024/SPKT/Polres Jeneponto/Polda Sulsel tertanggal 1 Mei 2024.

Dalam laporan tersebut, kuasa hukum menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat dan sempat terekam dalam video, di antaranya Nur Fadilah binti Gani dan Hj. Ummi binti Gani.

Sementara itu, beberapa terduga pelaku lainnya disebut telah diamankan dan menjalani proses hukum, yakni Kasmawati binti Gani, Rusman binti Gani, dan Rustang bin Gani.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Rupiah Raib, Korban Arisan Online Bersatu Laporkan Terduga Pelaku

Namun demikian, masih terdapat sejumlah terduga pelaku lain yang belum ditangkap, antara lain Dawang bin Daming, Diri Sijaya bin Gani, serta Doni.

Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp235.850.000.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus ini, termasuk menangkap para terduga pelaku maupun pihak yang diduga menjadi provokator.

“Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar pihak keluarga.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Muh. Akrif, menjelaskan bahwa penanganan kasus tersebut masih terus berjalan.

BACA JUGA :  Malik Dibantai, Fakta Dipelintir? Keluarga Desak Polisi Bicara Jujur!

Ia menyebut sebagian berkas perkara telah memasuki tahap II.

“Dalam proses penyidikan, baik di Polsek Tamalatea maupun di Polres, beberapa tersangka sudah dilimpahkan. Di Polsek Tamalatea sekitar tiga orang, dan di Polres juga tiga orang telah dilimpahkan ke kejaksaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah pihak yang diduga terlibat namun belum diamankan.

Hal ini disebabkan keterbatasan saksi yang dapat menjelaskan peran masing-masing, serta adanya terduga yang belum diketahui keberadaannya.

“Kami tetap mendorong penyidik untuk mengatensi dan menuntaskan kasus tersebut,” pungkasnya.

Bersambung..
Editor : Darwis

Berita Terkait

Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online
Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku
Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan
Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa
Keluarga Geram! Kematian Hj Mini di Rumah Warga Diminta Diusut Transparan dan Tuntas
Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar
Bupati Gowa Jadi Tersangka, Polri Sita Dokumen
Pelaku Pembacokan Ingkar Janji, Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Pedagang Percut Sei Tuan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:59 WITA

Keluarga Geram! Kematian Hj Mini di Rumah Warga Diminta Diusut Transparan dan Tuntas

Berita Terbaru