Alarm Bahaya! Sumut Jadi Pintu Masuk Favorit Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kapolda Sumut dan Pengamat

kapolda Sumut dan Pengamat

Gedor.id- Terungkapnya 1,4 ton narkoba sepanjang Januari–September 2025 oleh Direktorat Narkoba Polda Sumut di bawah kepemimpinan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak memang layak disebut prestasi.

Namun di balik angka fantastis itu, tersimpan pertanyaan besar: mengapa Sumut begitu longgar hingga menjadi jalur empuk peredaran jaringan internasional?

Pengamat Sosial Universitas Negeri Medan, Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si, mengingatkan bahwa capaian aparat ini harus dibaca dua sisi, keberhasilan penindakan sekaligus bukti adanya kerentanan serius di pintu masuk Sumatera Utara.

“Ini jelas alarm keras. Ada titik-titik rawan yang sudah lama jadi jalur narkoba dan belum bisa ditutup rapat. Kalau 1,4 ton bisa masuk, berapa yang lolos tanpa terdeteksi?” kata Bakhrul saat diwawancarai, Selasa (30/9).

BACA JUGA :  Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Jalur Masuk Masih Longgar

Dari catatan aparat, jaringan narkoba kerap memanfaatkan jalur laut, pelabuhan tikus, hingga perbatasan darat untuk menyelundupkan sabu, ekstasi, kokain, maupun ganja.

Ironisnya, beberapa titik rawan ini sudah terdeteksi sejak lama, namun pengawasan masih belum konsisten.

Bakhrul menilai, pengungkapan besar ini harus ditindaklanjuti dengan zona sterilisasi luar-dalam.

Tidak cukup dengan patroli aparat, masyarakat juga mesti digerakkan melalui pos-pos pengawasan dan layanan pelaporan cepat.

“Kalau hanya mengandalkan aparat, jaringan narkoba yang besar pasti selalu selangkah di depan. Perlu melibatkan masyarakat, agar mereka sadar, peduli, sekaligus jadi tameng sosial melawan bandar,” ujarnya.

BACA JUGA :  Satresnarkoba Bongkar Jaringan Sabu Online, 13 Paket Diamankan

Jerat Bandar Lewat TPPU

Selain pencegahan, Bakhrul juga mendorong Poldasu menindak para bandar dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurutnya, cara paling efektif memutus jaringan adalah dengan melucuti harta kekayaan mereka.

“Barang bukti sabu disita, bandar ditangkap, tapi kalau uang hasil bisnisnya masih berputar, mereka bisa bangkit lagi. Harus dimiskinkan. Itu kunci utama,” tegasnya.

Sinergi Nasional

Sebelumnya, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Aryo Seto dalam paparannya, Jumat (26/9), menegaskan bahwa pengungkapan 1,4 ton narkoba ini merupakan hasil kerja bersama Polri dan BNN.

BACA JUGA :  Ngeri! Obat Bius Etomidate Kini Beredar Lewat Vape, Bareskrim Turun Tangan

“Keberhasilan ini bukan semata angka, tapi wujud komitmen menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Kolaborasi ini akan terus diperkuat,” tandas Suyudi di Aula Tri Brata Poldasu.

Pertanyaan yang Tersisa

Meski apresiasi patut diberikan, publik juga pantas bertanya: apakah 1,4 ton ini hanya puncak gunung es? Jika demikian, berapa banyak narkoba yang berhasil menembus Sumut tanpa terendus aparat?

Di balik gegap gempita keberhasilan, pengungkapan ini seharusnya menyadarkan semua pihak bahwa Sumut masih dalam posisi rawan—bahkan kritis—sebagai pintu gerbang narkoba internasional.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Pria di Makassar Siram Mantan Pakai Air Keras, Berakhir Ditangkap Polisi
Penahanan Besar Kasus Bibit Nanas, Mantan Pj Gubernur Sulsel Ikut Terseret
Personel Dishub Makassar Dianiaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Urip Sumoharjo
Kejari Luwu Tetapkan 5 Tersangka Korupsi P3-TGAI, Eks Anggota DPR RI dan Wakil Ketua DPRD Ikut Ditahan
Pitbull Jadi Alat Transaksi, Komplotan Curnak Digulung Polisi
SL Masih Saksi, Saenal Dijerat, Penanganan Kasus di Takalar Jadi Sorotan
Empat Oknum Polisi Dilaporkan, Kasatreskrim Polres Takalar Hanya Sebut ‘Disposisi’
Mangkir Panggilan Polisi, Pengelola Travel Umrah Akhirnya Dicokok

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:33 WITA

Pria di Makassar Siram Mantan Pakai Air Keras, Berakhir Ditangkap Polisi

Rabu, 11 Maret 2026 - 02:01 WITA

Penahanan Besar Kasus Bibit Nanas, Mantan Pj Gubernur Sulsel Ikut Terseret

Senin, 9 Maret 2026 - 21:01 WITA

Personel Dishub Makassar Dianiaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Urip Sumoharjo

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:13 WITA

Kejari Luwu Tetapkan 5 Tersangka Korupsi P3-TGAI, Eks Anggota DPR RI dan Wakil Ketua DPRD Ikut Ditahan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:29 WITA

Pitbull Jadi Alat Transaksi, Komplotan Curnak Digulung Polisi

Berita Terbaru

HMI Cabang Takalar Saat melakukan Aksi di Kejaksaan

Daerah

Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 11:25 WITA

Ilustrasi Rudal Buatan Iran

Internasional

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

Jumat, 27 Mar 2026 - 23:13 WITA