Skandal Donasi Kontribusi? Mahasiswa Desak Polisi Turun Tangan

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik

Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik

Gedor.id– Aksi protes terhadap MyRepublic kembali memanas. Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik mendatangi kantor perusahaan itu dan memboikot seluruh aktivitasnya di Kota Makassar, Selasa (02/12/2025).

Mereka menuntut operasional MyRepublic dihentikan karena diduga kuat merugikan warga lewat praktik donasi kontribusi yang dianggap penuh permainan.

Pemicu kemarahan mahasiswa semakin meledak setelah beredar kabar diberhentikannya salah satu oknum vendor ZTE. Bagi mahasiswa, langkah ini menegaskan bahwa dugaan permainan kotor dalam proyek fiber optik MyRepublic bukan sekadar isu.

BACA JUGA :  Kirana Sahira Yuswan Ukir Prestasi di Ajang Putri Anak Indonesia Sulsel 2025

“Kami menuntut audit total terhadap seluruh vendor dan karyawan MyRepublic di Makassar. Harus ada kejelasan, jangan lagi ada yang ditutupi,” tegas Tumming, Jenderal Lapangan aksi.

Kekecewaan peserta aksi makin menjadi karena pihak MyRepublic kembali mangkir dan tidak mengirimkan satu pun perwakilan untuk menerima aspirasi mereka.

“Ini aksi kelima kami, dan mereka tetap bersembunyi. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa permainan donasi kontribusi itu benar-benar terjadi dan merugikan masyarakat,” ujar Tumming.

BACA JUGA :  Di Balik Gudang 88, Tanah Digali, Warga Tersisih, Siapa Bekingnya?

Massa juga menuntut proses hukum bagi pihak yang diduga menggelapkan kompensasi warga.

“Kami minta audit resmi, kami minta pelaku dihukum, dan kompensasi yang digelapkan harus dikembalikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Mereka memperingatkan perusahaan agar tidak menganggap enteng tuntutan tersebut.

“Jika tidak diindahkan, kami akan turun dengan massa yang jauh lebih besar,” ancam Tumming.

BACA JUGA :  ODOL di CitraLand: Kadis Perhubungan Mengaku Tak Bisa Menindak, Polisi Tunggu Waktu

Mahasiswa juga mengungkapkan bahwa pemasangan tiang dan jaringan FTTH MyRepublic di beberapa wilayah Makassar dilakukan tanpa izin Pemerintah Kota.

Meski tidak berizin, perusahaan tetap memaksakan proyek berjalan dengan dalih donasi kontribusi yang justru memberatkan dan merugikan warga.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dua Lokasi Disorot, Gerai Alfamart di Gowa Diduga Lolos Tanpa Izin Lengkap
Perusakan Bakau Terjadi Terang-terangan, Tanakeke Tanpa Perlindungan
Pengawasan BBM Subsidi di Bantaeng Dipersoalkan, Propam Diminta Bertindak
Di Negeri Sendiri, Rakyat Kolaka Utara Dibunuh Pelan-Pelan oleh Harga BBM
Miliaran Digelontorkan, K3 Dibuang, Proyek Jalan Mallawa Maros Bau Pelanggaran
SPBU Milik Keluarga Oknum Polisi? Dugaan Mafia Pertalite Mengguncang Bantaeng
Bangunan MBG di Takalar Disoal, Diduga Berdiri Tanpa PBG, Koalisi Pemuda Nilai Ada Pembiaran Sistematis
Pertalite Raib di SPBU Jatia, Aktivitas Malam Hari Picu Kecurigaan Warga

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:42 WITA

Dua Lokasi Disorot, Gerai Alfamart di Gowa Diduga Lolos Tanpa Izin Lengkap

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:12 WITA

Perusakan Bakau Terjadi Terang-terangan, Tanakeke Tanpa Perlindungan

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:21 WITA

Pengawasan BBM Subsidi di Bantaeng Dipersoalkan, Propam Diminta Bertindak

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:46 WITA

Di Negeri Sendiri, Rakyat Kolaka Utara Dibunuh Pelan-Pelan oleh Harga BBM

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:41 WITA

Miliaran Digelontorkan, K3 Dibuang, Proyek Jalan Mallawa Maros Bau Pelanggaran

Berita Terbaru

Salinan Ijazah Jokowi (Foto Antara)

Nasional

Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:03 WITA