Negara Kalah oleh Arogansi? Pemilik Tambang ‘Ilegal’ di Takalar Menantang Hukum

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tambang di desa towata

tambang di desa towata

Gedor.id– Arogansi pemilik tambang ilegal di Desa Towata, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tengah menjadi sorotan tajam publik.

Tak hanya beroperasi tanpa izin, sang pemilik tambang bahkan secara terang-terangan menantang masyarakat, aktivis lingkungan, hingga jurnalis yang mengkritisi aktivitas merusaknya.

Sosok yang diduga kuat sebagai pemilik tambang, Dg Taba—yang disebut mengelola CV Syawal Jaya Perkasa—menunjukkan sikap pongah saat dikonfirmasi soal tambang galian C ilegal yang dijalankannya.

“Silakan viralkan, tidak pusing ja,” ucapnya dengan nada meremehkan, menanggapi pertanyaan terkait tambang tanpa izin yang dituding merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan warga.

Ucapan itu sontak memicu kemarahan publik. Sebab, aktivitas tambang yang dijalankan Dg Taba bukan hal baru bagi warga Desa Towata.

BACA JUGA :  Bangunan MBG di Takalar Disoal, Diduga Berdiri Tanpa PBG, Koalisi Pemuda Nilai Ada Pembiaran Sistematis

Selama ini mereka telah berkali-kali menyuarakan keresahan akibat dampak serius yang ditimbulkan: pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem, hingga ancaman longsor dan banjir.

Lebih mengkhawatirkan, tambang ilegal ini diduga mendapat perlindungan dari oknum anggota TNI. Hal ini membuat aparat sipil maupun warga sulit bertindak tegas.

Sikap menantang dari pemilik tambang justru memperkuat dugaan bahwa ada aktor kekuasaan di balik aktivitas ilegal tersebut.

“Ini bukan sekadar tambang ilegal. Ini bentuk arogansi yang nyata. Saat pelaku tambang berani menantang hukum dan masyarakat, itu tanda bahwa negara sedang dikalahkan oleh kesombongan,” ujar seorang aktivis lingkungan.

Ia mendesak Pangdam XIV/Hasanuddin untuk segera turun tangan, menertibkan jajarannya, dan membuka investigasi atas dugaan keterlibatan oknum TNI dalam membekingi tambang ilegal tersebut.

BACA JUGA :  Laksus Desak Kejati Sulsel Bongkar Dugaan Korupsi di DPRD Tana Toraja

“Kami tidak butuh janji. Kami butuh tindakan nyata. Negara harus melindungi rakyat, bukan membiarkan pengusaha rakus merusak lingkungan sesuka hati,” tegasnya.

Desakan keras juga datang dari warga Desa Towata. Mereka menuntut pemerintah, aparat penegak hukum di tingkat kabupaten dan provinsi, untuk tidak hanya menutup tambang, tetapi juga menyeret pemilik dan pihak-pihak yang melindungi tambang ilegal itu ke meja hijau.

“Kalau orang seperti ini dibiarkan, siapa lagi yang takut melanggar hukum? Ini bukan cuma soal izin, ini pelecehan terhadap hukum dan rakyat,” kata seorang warga dengan nada geram.

Tuntutan juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Takalar dan Kapolres Takalar agar menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.

BACA JUGA :  Tambang Ilegal Jalan Terus di Sawakong, Hukum Cuma Jadi Penonton?

Ketegasan dinilai sangat penting untuk memutus rantai bisnis tambang ‘ilegal’ yang selama ini beroperasi seolah kebal hukum.

Warga tak lagi percaya pada sekadar imbauan atau janji manis. Mereka menuntut penindakan hukum yang nyata, transparan, dan menyeluruh—termasuk mengungkap siapa saja aktor di balik tambang ilegal ini, dari pelaku lapangan hingga ‘orang kuat’ di balik layar kekuasaan.

Jika dibiarkan, kasus ini bisa menjadi preseden buruk. Pemilik tambang lain bisa merasa tak tersentuh hukum, sementara kerusakan lingkungan terus meluas tanpa kendali.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada Kasatreskrim Polres Takalar hanya dibaca tanpa balasan. Status pesan hanya menunjukkan centang biru—tanpa respons lebih lanjut.

Bersambung..

(BR/SL)
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar
Dugaan Pembiaran Menguat, Gowa Terancam Jadi Sarang Judi Terbuka
Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat
Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?
Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan
Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi
Dikeluhkan Pengguna, Layanan Top Up e-Money di Tol Makassar Dinilai Tak Ramah
Urus SIM di Takalar Diduga Tak Sesuai Aturan, Biaya Membengkak

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:54 WITA

Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:03 WITA

Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat

Senin, 23 Maret 2026 - 20:00 WITA

Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:02 WITA

Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:41 WITA

Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi

Berita Terbaru

HMI Cabang Takalar Saat melakukan Aksi di Kejaksaan

Daerah

Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 11:25 WITA

Ilustrasi Rudal Buatan Iran

Internasional

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

Jumat, 27 Mar 2026 - 23:13 WITA