Transmisi Harga Brent ke Solar, Logistik RI di Ujung Tanduk

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto-Iran Saat menggelar latihan militer di Selat Hormuz sebagai unjuk kekuatan menjelang perundingan nuklir dengan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss pada Selasa, 17 Februari 2026.

Foto-Iran Saat menggelar latihan militer di Selat Hormuz sebagai unjuk kekuatan menjelang perundingan nuklir dengan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss pada Selasa, 17 Februari 2026.

Gedor.id- Ketegangan di kawasan Timur Tengah antara Iran melawan Israel yang didukung Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas biaya logistik global.

Apabila jalur perdagangan energi utama dunia terganggu, dampaknya diperkirakan tidak hanya terasa pada pasar minyak internasional, tetapi juga dapat merambat hingga biaya distribusi barang di Indonesia.

Sebagai negara yang masih sangat bergantung pada transportasi darat untuk distribusi logistik, Indonesia berpotensi menghadapi kenaikan biaya apabila harga bahan bakar ikut terdorong naik.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

Founder dan CEO Supply Chain Indonesia, Setijadi, mengatakan potensi gangguan pada jalur energi global bisa menimbulkan efek berantai terhadap harga energi internasional.

“Eskalasi konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan di Selat Hormuz dapat meningkatkan biaya distribusi nasional dan mendorong kenaikan harga barang di dalam negeri,” ujar Setijadi dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA :  Rudal Menghujani Kawasan Teluk, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka

Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis dalam perdagangan energi dunia. Kawasan ini dilalui sekitar 20 persen konsumsi minyak global serta 20 hingga 25 persen perdagangan LNG dunia.

Setiap gangguan di jalur tersebut berpotensi langsung memicu lonjakan harga energi internasional.

“Jika terjadi gangguan di jalur ini, harga energi global berpotensi terdorong naik,” katanya.

Kenaikan harga energi global biasanya akan ditransmisikan ke dalam negeri melalui harga bahan bakar, khususnya solar yang menjadi komponen utama operasional kendaraan logistik.

“Dampaknya ke Indonesia terjadi melalui transmisi harga minyak global Brent ke harga solar domestik. Solar merupakan komponen utama biaya operasional transportasi jalan yang masih menjadi tulang punggung sistem logistik nasional,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pemimpin Tertinggi Iran Tewas oleh Serangan Udara AS-Israel, Dunia Guncang

Menurut Setijadi, lonjakan harga energi memiliki pengaruh signifikan terhadap biaya operasional angkutan barang.

Bahkan, perubahan kecil pada harga bahan bakar dapat berdampak besar terhadap ongkos distribusi.

“Dengan asumsi komponen BBM mencapai sekitar 35 sampai 40 persen dari total biaya operasi truk, kenaikan harga solar 10 persen dapat mendorong kenaikan ongkos angkut sekitar 3,5 sampai 4 persen,” ujarnya.

Kenaikan tersebut berpotensi semakin besar jika harga solar melonjak lebih tinggi. Apabila harga solar naik 20 persen, ongkos truk diperkirakan meningkat 7 hingga 8 persen.

BACA JUGA :  Rudal Menghujani Kawasan Teluk, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka

Dalam skenario lebih berat, ketika solar naik hingga 30 persen, ongkos angkut bisa melonjak 10,5 sampai 12 persen.

Kondisi itu dinilai akan memberi tekanan pada harga barang di pasar, terutama produk yang memiliki porsi biaya logistik cukup besar dibanding harga jualnya.

“Rata-rata biaya logistik di Indonesia sekitar 14 persen dari harga produk. Jika ongkos truk naik 7 sampai 8 persen, harga barang dapat terdorong naik sekitar 0,5 persen, bahkan mendekati 0,8 persen jika kenaikan ongkos angkut melebihi 10 persen,” kata Setijadi.

Dengan demikian, eskalasi konflik di Timur Tengah tidak hanya menjadi isu geopolitik, tetapi juga berpotensi berdampak langsung pada daya beli masyarakat melalui kenaikan harga barang di dalam negeri.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Prabowo–Trump Capai Kesepakatan, Transfer Data Lintas Negara Resmi Diizinkan
Teguran MSCI ke Otoritas Pasar Modal Bikin Istana Panas, Mintarsih Beri Penjelasan
Kondisi Fisik Jokowi Dinilai Terus Merosot di Tengah Isu Ijazah
Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian
Polemik Anggaran 1.500 Kapal Ikan, Menteri KKP dan Menteri Keuangan Saling Beda Pernyataan
KPK Telusuri Dugaan Aset Tersembunyi Ridwan Kamil dalam Kasus Korupsi Iklan Bank bjb
Penanganan Kasus Jambret Disorot, Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara
DPR Ungkap Dugaan Kejahatan di Balik Banjir Aceh, Kejaksaan Diminta Tak Berhenti di Permukaan

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 17:05 WITA

Transmisi Harga Brent ke Solar, Logistik RI di Ujung Tanduk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:51 WITA

Prabowo–Trump Capai Kesepakatan, Transfer Data Lintas Negara Resmi Diizinkan

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:11 WITA

Teguran MSCI ke Otoritas Pasar Modal Bikin Istana Panas, Mintarsih Beri Penjelasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:18 WITA

Kondisi Fisik Jokowi Dinilai Terus Merosot di Tengah Isu Ijazah

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:03 WITA

Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian

Berita Terbaru