Oknum Polisi Bunuh Dosen Cantik di Jambi, Cemburu Buta Berakhir Tragis

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase – Oknum Polisi dan Dosen EY

Foto kolase – Oknum Polisi dan Dosen EY

Gedor.id– Kisah asmara terlarang antara seorang dosen cantik dan oknum polisi muda di Jambi berakhir tragis.

Didorong oleh api cemburu, sang polisi tega menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, lalu berusaha kabur dengan menyamar menggunakan wig agar tak dikenali warga.

Korban diketahui bernama Erni alias EY (37), dosen sekaligus Ketua Program Studi Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAK SS) Muaro Bungo.

EY ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Perumahan BTN Al-Kautsar, Kelurahan Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Tubuh korban hanya mengenakan pakaian dalam, kepala tertutup bantal, dan kaki dililit sarung.

“Motor dan mobilnya enggak ada. Pas saya intip dari pintu belakang, ternyata enggak terkunci. Begitu saya dorong, saya lihat korban sudah tergeletak di kamar,” ujar Rosdiana, tetangga korban yang pertama kali menemukan jasad EY.

BACA JUGA :  Keluarga Bongkar Kekeliruan Polisi, Prosedur Apa Kalau Fakta Saja Salah?

Pelaku Diketahui Polisi Aktif

Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Bungo mengarah pada W (22), seorang oknum polisi aktif di Polres Tebo.

W diketahui menjalin hubungan asmara gelap dengan korban, yang selama ini dijaga rapat dari publik.

“Dari pemeriksaan sementara, motif pembunuhan berkaitan dengan hubungan pribadi dan asmara antara pelaku dan korban. Namun penyidik masih mendalami kemungkinan motif lain,” ujar Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono.

Pelarian dengan Wig

Usai menghabisi korban, pelaku melarikan diri menggunakan mobil Honda Jazz putih dan motor PCX milik korban.

Ia bahkan mencoba mengecoh warga dengan memakai wig agar tak dikenali selama pelarian.

Aksi penyamarannya sempat membuat polisi kesulitan melacak keberadaannya, hingga akhirnya rekaman CCTV dan jejak sinyal komunikasi membuka jalur penangkapannya.

BACA JUGA :  Sadis! Pria di Pacitan Bacok Mertua hingga Tewas, Empat Korban Luka Parah

Tim gabungan Polres Bungo dan Polres Tebo akhirnya berhasil meringkus W di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Tebo Tengah, Minggu (2/11/2025). Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

Cemburu dan Ancaman

Sumber internal kepolisian menyebut, sebelum pembunuhan, keduanya sempat bertengkar hebat di rumah korban.

Pelaku yang diliputi emosi diduga tak terima saat korban menyatakan ingin mengakhiri hubungan mereka.

Dalam amarah membara, pelaku menghabisi nyawa EY secara brutal.

Hasil digital forensik mengungkap adanya pesan-pesan ancaman dari pelaku beberapa hari sebelum kejadian.

“Dari komunikasi terakhir dengan keluarga, korban sempat gelisah karena terus dihubungi seseorang yang menuntut bertemu. Setelah itu, kontaknya terputus,” jelas Kapolres.

Diduga Ada Tindak Asusila

Hasil visum sementara menemukan jejak sperma di pakaian korban. Dugaan kuat pelaku melakukan tindakan asusila sebelum meninggalkan lokasi pembunuhan.

BACA JUGA :  Kencan Berdarah di Taman Kupu-Kupu, Janda Ditebas Hingga Tewas

Polisi kini menunggu hasil autopsi lengkap dari RS Bhayangkara Polda Jambi untuk memperkuat berkas perkara.

Proses Hukum Tanpa Toleransi

Setelah membunuh, pelaku sempat bersembunyi di rumah kontrakan yang disewanya secara diam-diam.
Polisi yang bekerja tanpa henti selama 24 jam akhirnya berhasil mengendus keberadaannya.

“Dari gelar perkara dini hari tadi, seluruh bukti mengarah kuat ke pelaku. Bahkan saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya,” ungkap AKBP Natalena.

Meski pelaku merupakan anggota kepolisian, Kapolres Bungo menegaskan tak ada perlakuan istimewa.

“Kami tidak menutupi kasus ini. Siapa pun yang bersalah, apalagi anggota Polri, tetap akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Jambi telah menginstruksikan agar penanganan perkara dilakukan tanpa pandang bulu.

“Tidak ada perlakuan khusus. Hukum tetap berjalan,” tutupnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Diduga Lindungi Bandar, Kapolres Bima Kota Terseret Pusaran Kasus Narkoba
Aksi Kriminal di Lampung, Konten Kreator Jadi Korban Dua Pemuda
Kasus Pengancaman di Biringbulu Belum Ada Kejelasan
Saat Ternak Raib, Penegakan Hukum di Takalar Ikut Menghilang
Sikap Membandel Terlapor Disorot, Firmansyah dan Iwan Absen, Perkara Terancam Naik ke Penyidikan
Korban Sebut Ada Dalang di Balik Pembacokan Brutal di Polsek Polut
Dugaan Penyiksaan di Polsek Mangarabombang, Empat Oknum Polisi Dilaporkan
Sudah Buat Surat Pengakuan, Oknum Moladin Justru Menghilang

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:02 WITA

Diduga Lindungi Bandar, Kapolres Bima Kota Terseret Pusaran Kasus Narkoba

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:58 WITA

Kasus Pengancaman di Biringbulu Belum Ada Kejelasan

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:09 WITA

Saat Ternak Raib, Penegakan Hukum di Takalar Ikut Menghilang

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:29 WITA

Sikap Membandel Terlapor Disorot, Firmansyah dan Iwan Absen, Perkara Terancam Naik ke Penyidikan

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:01 WITA

Korban Sebut Ada Dalang di Balik Pembacokan Brutal di Polsek Polut

Berita Terbaru

Salinan Ijazah Jokowi (Foto Antara)

Nasional

Tanpa Sensor, Salinan Ijazah Jokowi Jadi Objek Uji Keaslian

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:03 WITA