Pencairan Pensiun Balik ke Zaman Perangko Netizen Sebut Bikin Repot dan Sontoloyo

Gedor Id

Jumat, 4 Juli 2025 - 00:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi – Seorang lansia antre mengambil uang pensiunan di Kantor Pos

Foto ilustrasi – Seorang lansia antre mengambil uang pensiunan di Kantor Pos

Gedor.id – Seolah menyuruh kakek-nenek berlari maraton di tengah terik matahari, kebijakan baru PT Pos Indonesia dan PT Taspen soal pencairan pensiun dinilai menyulitkan para lansia.

Mulai 1 Juli 2025, dana pensiun tak lagi dikirim langsung ke rekening, tapi harus diambil manual di Kantor pos terdekat.

Skema baru ini diluncurkan resmi di Kantorpos Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dan berlaku untuk di semua provinsi.

Direktur Bisnis Jasa Keuangan PosIND Haris dan Direktur Operasional PT Taspen Tribuna Phitera Djaja hadir dalam peluncuran yang disebut sebagai “optimalisasi aset negara” dan “penguatan ekonomi nasional.”

BACA JUGA :  LMND Ikut Bela Polemik Rutan Masamba, GKPHI Tegaskan Kritik Berdasar Fakta

Alih-alih dipuji, kebijakan ini justru dihujani kritik. Netizen ramai-ramai melampiaskan kekesalannya di media sosial.

“Nyusahin aja, pensiunan itu rata-rata umurnya di atas 60 tahun, kalau dia hidup sendiri kemana-mana susah, belum antreannya… ampun dah,” keluh akun @hasbi.

“Dari digital ke manual, sontoloyo! Bikin susah lansia,” timpal netizen lainnya.

“Negara lain semakin ke depan, negara kita kok semakin mundur,” tulis akun @emilmustamar.

“Sebentar lagi surat menyurat gak pake e-mail, kembali pake amplop plus perangko,” sindir akun @sediono.

“Kata ibu saya, ‘lho balik ke kantor pos lagi ya?’ Ternyata dulu ambil pensiun lewat kantor pos. Bukannya lebih canggih, malah balik ke cara kuno,” komentar akun @bodhisidharta.

“Katanya AI dan generasi emas, kenapa kembali ke zaman 90-an?” kritik akun @azd.

“Lha kok balik manual gini di zaman serba elektronik? Gimana lansia yang udah susah jalan dan keluar rumah? Kenapa sih pemerintah selalu berprinsip: kalau ada yang lebih susah, kenapa dikasih yang mudah?” tanya akun @andry.

Pihak PT Pos berdalih bahwa sistem ini telah disiapkan dengan infrastruktur yang memadai, dan menyebut kerja sama ini adalah bentuk kepercayaan besar dari Taspen.

BACA JUGA :  Samsat Makassar 1 Diduga Jadi Neraka Antrean, Warga: Kayak Disuruh Lari Estafet!

Tapi di mata publik, yang terasa justru ironi: di era serba digital, negara malah mundur ke era antrean panjang, cap tiga jari, dan perangko.

Netizen menyebutnya terang-terangan: kebijakan ini tak ubahnya “sontoloyo”, lebih menyusahkan daripada memudahkan, lebih ribet daripada solutif.

(Id Amor)
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Prabowo Kembali Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri
Terungkap, Dugaan Rumah Diskon 70 Persen di Balik Kasus Bupati Gowa
Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Tersangka Dijerat
Guru PPPK Bakal Jadi PNS? DPR dan Pemerintah Mulai Finalisasi Kebijakan
Kasus Korupsi Batubara Bergulir, Isu Mundurnya Jampidsus Febrie Ramai Dibicarakan
Roy Suryo Menang Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan Tak Sah
Akses Diblokir, Video ‘Skandal Istana’ Amien Rais Ditakedown Komdigi
Dari PN Maros ke MA, Budiman S Kejar Keadilan atas Sengketa Lahan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:36 WITA

Prabowo Kembali Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri

Sabtu, 26 September 2026 - 17:41 WITA

Terungkap, Dugaan Rumah Diskon 70 Persen di Balik Kasus Bupati Gowa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:58 WITA

Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Tersangka Dijerat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:08 WITA

Guru PPPK Bakal Jadi PNS? DPR dan Pemerintah Mulai Finalisasi Kebijakan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:00 WITA

Kasus Korupsi Batubara Bergulir, Isu Mundurnya Jampidsus Febrie Ramai Dibicarakan

Berita Terbaru

serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi

Internasional

Houthi Klaim Serangan di Riyadh, Trump Siapkan Keputusan Cepat

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:58 WITA

Foto: REUTERS/Social Media

Internasional

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Bandara Riyadh Jadi Sasaran Serangan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:06 WITA